Asal Mula Masakan Oriental: Dim Sum

Asal Mula Masakan Oriental: Dim Sum

Menu masakan oriental adalah masakan yang berasal dari negara kepulauan, seperti Jepang, China, Indonesia (Negara Timur). Ciri-ciri menu masakan oriental adalah pada bumbu utamanya yaitu terdapat bawang putih, kecap asin, kecap ikan, saos tiram, saus tomat, dan minyak wijen. Salah satu menu masakan oriental yang cukup dikenal masyarakat adalah Dim Sum.


Dim Sum dalam bahasa Mandarin secara harfiah berarti “menyentuh hati”. Dim Sum sudah dikenal sebagai makanan populer sejak ribuan tahun lalu. Kebiasaan makan Dim Sum konon bermula pada periode Jalur Sutra (Asia Tengah ke Cina) dan Dinasti Han (206 SM) hingga Dinasti Yuan (Abad 14 M). Ketika itu para petani, buruh dan pedagang yang berbisnis di sepanjang Jalur Sutra kerap mampir di kedai teh pinggir jalan untuk minum teh di sore hari sampai akhirnya Dim Sum dijadikan sebagai makanan tradisional yang dinikmati bersama teman-teman sembari minum teh. Dari sinilah muncul istilah yumcha yakni minum teh di kedai bersama teman-teman dekat sambil menyantap Dim Sum.

Dim Sum berbentuk kecil. Sengaja dibuat kecil agar mudah disantap dalam satu kali suapan dan bentuknya harus indah agar enak dinikmati bersama teh. Dim Sum dibuat dan disajikan dengan memperhatikan keharmonisan warna, bentuk, rasa, aroma, kualitas bahan dasarnya, jenis masakannya dan bahan-bahan alami yang baik untuk kesehatan. Sedangkan untuk penyajiannya, Dim Sum disajikan dalam wadah kukusan bambu agar tetap panas.