Filosofi Sajian Aneka Jenang dalam Pernikahan Tradisional

Filosofi Sajian Aneka Jenang dalam Pernikahan Tradisional

Aneka Jenang biasanya menjadi hidangan spesial di pesta pernikahan tradisional adat Jawa. Sajian makanan yang manis nan legit ini menjadi simbol doa bagi mempelai pengantin.

Berdasarkan filosofinya, Jenang menjadi simbol kelekatan dan keeratan hubungan suami istri karena teksturnya yang lengket. Jenang yang dimasak selama 7-8 jam memiliki arti kelanggengan akan rumah tangga. Rasa jenang yang manis mengartikan doa-doa baik dari keluarga besar untuk kedua mempelai pengantin. 

 

Di sisi lain, panganan jenang wajib disediakan oleh keluarga yang baru saja melangsungkan upacara perkawinan. Biasanya, keluarga membagikan ataupun menikmati jenang bersama kerabat dan tetangga yang membantu penyelenggaraan pesta perkawinan. Tujuannya agar tenaga warga dan kerabat itu pulih setelah terkuras selama penyelenggaraan pesta.

Oleh karena itu jenang hampir selalu ada dalam setiap pernikahan yang menggunakan konsep adat tradisional. Tertarik menyajikan aneka jenang dalam acara pernikahan anda?